Mahasiswa RI Usung Teknik Zero Fluoroscopy Bersaing dengan Ribuan Ahli Jantung, Hasilnya Juara : Okezone Edukasi

Mahasiswa RI Usung Teknik Zero Fluoroscopy Bersaing dengan Ribuan Ahli Jantung, Hasilnya Juara : Okezone Edukasi

JAKARTA – Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil unjuk prestasi di kancah internasional dengan meraih penghargaan Best Scientific Poster pada acara Congenital and Structural Intervention (CSI) Congress Frankfurt 2023. Mereka membuktikan kecanggihan prosedur bedah yang sudah dilakukan di Indonesia selama ini. 

Dihelat pada 28 Juni-1 Juli 2023 di Frankfurt, Jerman, tim terdiri dari dr. Brian Mendel (Alumni FKUI 2021, FKUI 2015); Kelvin Kohar (FKUI 2019); Theresia Feline Husen (FKUI 2020); Richie Jonathan Djiu (FKUI 2021); Defin Allevia Yumnanisha (FKUI 2021); dan Justin Winarta (FKUI 2022).

 BACA JUGA:

Kompetisi tersebut mengusung penelitian yang berjudul “A Comprehensive Meta-analysis of the Growing Use of Percutaneous Atrial Septal Defect (ASD) Closure with Echocardiography Guidance Without Fluoroscopy“. Penelitian itu dilakukan dengan bimbingan dari staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FACC, FESC, FSCAI dan dr. Sisca Natalia Siagian, Sp.JP(K), FIHA.

Mengenal ASD dan Teknik Zero Fluoroscopy 

 

Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi di mana terdapat lubang di antara atrium jantung. Penutupan lubang di atrium jantung pada kasus ASD dapat ditangani dengan intervensi non-bedah. Untuk melakukan prosedur ini, ahli menggunakan tindakan fluoroscopy, yaitu teknik penggunaan radiasi sebagai panduan yang lebih dikenal dan sering gunakan di negara barat. Namun tindakan fluoroscopy memiliki efek negatif yaitu dapat menimbulkan paparan radiasi terhadap pasien rentan terutama kepada ibu hamil, bayi, dan operator yang bertugas melakukan tindakan.

 BACA JUGA:

Berlatar belakang hal tersebut, tim FKUI tertarik untuk melakukan meta-analisis terhadap 69 pasien ASD yang menjalani tindakan perkutan secara fluoroscopy dan teknik intervensi lainnya bernama zero-fluoroscopy, yaitu prosedur yang tidak menimbulkan radiasi. Keunggulan dan daya tarik dari meta-analisis yang kami teliti adalah dari teknik zero-fluoroscopy itu sendiri, dimana teknik ini sebenarnya umum digunakan oleh tenaga kesehatan yang ada di Indonesia, tetapi jarang digunakan di negara-negara lain, terutama negara barat. 

Baca Juga  Menggunakan Teknologi Mutakhir Di Samarinda Versi Kami

“Dalam pelaksanaannya, zero-fluoroscopy menggunakan alat bernama ekokardiografi yang dapat menggantikan radiasi sebagai pemandu dalam proses penutupan ASD,” tutur Defin Allevia Yumnanisha dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (4/7/2023).


Follow Berita Okezone di Google News


Dari hasil penelitian meta-analisis yang dilakukan tim FKUI menunjukkan bahwa ternyata intervensi zero-fluoroscopy sama baiknya dengan fluoroscopy, dibuktikan dengan tingkat kesuksesannya yang tinggi serta komplikasi yang rendah. Mewakili tim, Defin mengungkapkan rasa haru dan bangga dapat mengharumkan nama almamater dan bangsa di ajang internasional bergengsi tersebut.

Dosen pembimbing dr. Radityo Prakoso menjelaskan mereka sudah memulai teknik zero fluoroscopy sejak tahun 2018 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Namun teknik ini masih menjadi sebuah kontroversi di dunia internasional terlepas dari angka kesuksesan yang tinggi.

“Karena itu, saya menyarankan agar para mahasiswa melakukan meta-analisis terhadap penutupan ASD dengan teknik zero-fluoroscopy dibandingkan dengan fluoroscopy. Saya sangat bangga ternyata berkat kerja keras tim, paper ini dapat dihasilkan dan menunjukkan bahwa teknik zero-fluoroscopy non-inferior terhadap teknik fluoroscopy, dan ini ternyata mendapat apresiasi dari dr. Zahid Amin, seorang intervensionis dari Amerika. Harapan saya ke depannya, agar mahasiswa-mahasiwa FKUI pecinta ilmu kardiologi dapat semakin berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia, salah satunya dengan cara bergabung dan mengembangkan ilmu melalui Oxygen FKUI,” ucapnya.

 BACA JUGA:

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, bangga dengan tim FKUI atas pencapaian prestasi di ajang internasional ini. Menurutnya ini menjadi sumbangan prestasi bagi FKUI yang menandakan mahasiswa dan lulusan FKUI juga dapat bersaing secara global.

“Semoga pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa dan alumni FKUI lainnya untuk terus mengukir prestasi,” ujar Prof. Ari.

Baca Juga  2 Hakim Dissenting Opinion di Kasasi Ferdy Sambo, Pakar: Paham Hukum

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *